Label

Senin, 04 Agustus 2014

Artikel Alhambra di Harian Pikiran Rakyat

Alhamdulillah.....Artikel yang berjudul "Alhambra, Jejak Islam di Spanyol" akhirnya dimuat di Pikiran Rakyat edisi Minggu, 3 Agustus 2014. Ini adalah artikel kedua di media massa loh. Sebenarnya artikel ini sudah lama sekali saya kirim untuk rubrik Backpacker di harian tersebut, tetapi lama tak ada kabar dan tak kunjung dimuat. Sampai-sampai saya agak rombak lagi artikelnya, menghilangkan subyek "saya" biar gak terkesan pribai banget, terus saya kirim ke koran lain :p. Eh kemarin iseng-iseng ngecek ada artikel saya dimuat di Pikiran Rakyat, tetapi saya kurang jelas dia sebenarnya masuk rubrik yang mana. Haha. Yaudah lah ya yang penting dimuat dan dapat honor lagi :p. Ini screenshot artikel saya yang saya dapat dari e-papernya:




Karena tulisannya gak kebaca, bagi yang penasaran dengan isi artikelnya, saya tulis kembali disini yah. Tetapi  ini versi yang sudah agak saya rombak itu yang pakai sudut pandang orang ketiga. Habisnya yang asli kaya yang dimuat ini file nya udah ilang. hehe. Selamat membaca anyway!

Alhambra, Jejak Kejayaan Islam di Spanyol

Granada terletak di Andalusia, Spanyol Selatan. Kota cantik  di kaki pegunungan Siera Nevada ini terkenal dengan Alhambra, istana megah warisan peradaban Islam yang selama tujuh abad (711-1492) berjaya di Spanyol.

Sejarah yang Melegenda
Nilai historis   Alhambra berkaitan dengan kemajuan kerajaan Islam Granada di seluruh Spanyol.  Ya,  pemerintahan Islam di Spanyol pernah terbagi ke dalam beberapa negara kecil, termasuk Granada.  Kemudian antara tahun 1000-an hingga 1200-an, penguasa Kristen Spanyol mulai menaklukan satu persatu  kota-kota  pemerintahan Islam, termasuk dua kota penting Cordoba dan Sevilla. Granada  berhasil terhindar, dan akhirnya menjadi satu-satunya kerajaan Islam yang tersisa dan masih  bertahan di Spanyol.

Adalah Muhammad Al-Ahmar (Muhammad I)  yang kemudian mendirikan Dinasti Nasrid dan memerintah Emirat Granada.  Peradaban Islam yang maju di Spanyol mulai dibangun lagi di kota ini. Yang paling fenomenal tentu saja,  pembangunan Alhambra sebagai istana kerajaan sekaligus simbol kekuatan dan kejayaan Emirat Granada.  Alhambra terus dibangun dan disempurnakan selama beberapa periode kepemimpinan hingga istana ini menjadi benar-benar menakjubkan.

Selama 250 tahun Emirat Granada berhasil mempertahankan eksistensinya di Bumi Spanyol. Namun kemudian , takdir berkata lain. Kekisruhan dan pergolakan politik yang terjadi di dalam kerajaan berhasil dimanfaatkan oleh pihak Kristen Spanyol untuk melemahkan dan mengambil alih Granada. Akhirnya, Granada, benteng terakhir kekuasaan Islam di Spanyol runtuh pada tahun 1492. Istana Alhambra yang megah menjadi saksi penyerahan kekuasaan kepada pihak yang menang.  

Saat ini, Alhambra masih berdiri megah, sama seperti dulu di atas bukit Al-Sabika, Granada. Semenjak Kristen berkuasa kembali di Spanyol, beberapa modifikasi dan pendirian bangunan baru memang dilakukan di dalam Alhambra. Namun hal tersebut sama sekali tidak mengurangi nuansa islamis yang kental di istana yang sekarang menjadi ikon pariwisata Granada. Kemegahan dan nilai historis yang dimiliki Alhambra berhasil menarik turis dari seluruh dunia untuk datang ke Granada dan mengagumi istana ini.

Istana “Merah” yang Mempesona
Menuju Alhambra, para wisatawan dapat berjalan kaki naik ke atas bukit.  Sesampainya di pintu masuk, wisatawan harus membeli tiket seharga 14€ per orang. Nah, begitu masuk ke dalam kompleks, pemandangan cantik menyambut di depan mata. Tidak hanya istananya yang menawan, lanskap kota Granada dari atas bukit pun begitu mempesona.

Alhambra berarti “merah”, mengacu pada dinding-dindingnya yang berwarna coklat kemerahan. Warna inilah yang membuat Alhambra menjadi sangat cantik jika ditimpa sinar matahari yang terik. Alhambra terdiri dari beberapa bangunan dan kebun. Alcazaba, adalah sebuah benteng tua yang diyakini kontruksinya sudah ada sejak abad ke-9. Bangunan ini berfungsi sebagai benteng militer. Lalu ada Generalife, sebuah kebun yang berfungsi sebagai tempat rekreasi bagi keluarga raja.  Kemudian The Palace of Carlos V, bangunan baru yang dibangun oleh penguasa Kristen. Yang paling menawan, tentu saja The Nasride Palace, atau istana kerajaan yang merupakan bangunan inti dari Alhambra.

The Nasride Palace terdiri dari beberapa bagian yang salah satunya bernama The Palace of the Lions. Melihat namanya yang terkesan sangar, tak disangka jika bagian ini  merupakan tempat khusus bagi para Harem, istri-istri Sultan. The Nasride Palace adalah pusat keindahan Alhambra. Bangunan seluruhnya dipenuhi dengan berbagai ornamen dan elemen dekorasi. Dinding-dinding dipernuhi oleh keramik-keramik yang sangat cantik. Banyak pula penggunaan mocarabe, semacam ornamen berbentuk stalaktit yang menjadi ciri arstitektur Islam pada abad ke-12. Kemudian yang paling impresif adalah banyaknya kaligrafi Arab yang menghiasi dinding-dinding di istana ini. Kaligrafi yang digunakan adalah kaligrafi klasik terutama tulisan kursif dan kufik. Ingin tahu apa yang banyak tertulis di kaligrafi tersebut? La ghaliba illa Allah (‘’Only Allah is Victorious’’). Sangat mengesankan.

Para wisatawan yang mengunjungi Alhambra dijamin akan berdecak kagum.  Semakin ditelusuri, akan semakin menambah  kekaguman dengan arsitektur Nasrid dan seni Islam. Imajinasi pun terkembang,  betapa majunya peradaban Islam di Spanyol saat itu. Nah, jika ingin sensasi dan nuansa yang lain, wisatawan pun dapat menikmati istana Alhambra di malam hari yang konon sangat indah.

 Pengunjung Granada datang dari berbagai kalangan, tidak hanya kaum Muslim saja. Ya, semuanya tentu ingin melihat langsung bukti dari sejarah yang melegenda. Sebagai UNESCO World Heritage Site, Alhambra memang menjadi tujuan wajib jika ingin menjelajah Spanyol.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Alhambra, Granada bisa ditempuh menggunakan kereta dari kota-kota besar seperti Barcelona atau Madrid. Biasanya, Granada dengan Alhambra-nya menjadi satu paket kunjungan dengan Cordoba. Ya, kedua kota yang menjadi tujuan wisata  sejarah Islam di Spanyol ini memang berdekatan. Selain dengan kereta, Granada-Cordoba juga dihubungkan dengan bus. Setelah mengagumi Alhambra, wisatawan juga patut berkeliling kota Granada. Nuansa kota yang berbeda membuat wisatawan akan menemukan sisi lain Spanyol. Bagi umat Muslim, jangan khawatir masalah makanan karena di Granada tersebar berbagai kedai makanan halal dengan harga yang bersahabat. Selamat berwisata!




Tidak ada komentar:

Posting Komentar